Makalah Indonesia (SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA)

SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu : Dra. Sri Nardiati

logo-uin-suka-baru-warna

Disusun Oleh:

xxxx (1238xxx)

xxxx (1238xxx)

xxxx (1238xxx)

 

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

UIN SUNAN KALIJAGA, YOGYAKARTA

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia –Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA”  ini dengn baik.

Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, kami telah berusaha untuk  dapat memberikan yang terbaik dan sesuai dengan harapan, walaupun didalam pembuatannya kami menghadapi kesulitan, karena keterbasan ilmu  pengetahuan dan  keterampilan yang dimiliki.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Nardiati  selaku dosen pembimbing Bahasa Indonesia. Dan juga kepada teman –teman yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada kami. Kami menyadari  bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan,oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami butuhkan agar dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi teman –teman dan pihak yang berkepentingan.

 

Yogyakarta, 28 September  2012

 

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………..         i

Kata Pengantar……………………………………………………………. ii

Daftar isi…………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang Masalah…………………………………………….. 1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………          1

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………….  2

  1. Politik Bahasa Nasional………………………………………………          2
  2. Ragam bahasa di Indonesia………………………………………….          2
    1. Bahasa Indonesia………………………………………………… 2
    2. Bahasa Daerah…………………………………………………… 3
    3. Bahasa Asing…………………………………………………….  3
    4. Kedudukan Bahasa Indonesia………………………………………. 3
    5. Sikap Positif Berbahasa Indonesia…………………………………..          4
      1. Setia Berbahasa Indonesia………………………………………. 4
      2. Bangga Berbahasa Indonesia……………………………………. 5
      3. Fakta kebahasaan di Indonesia………………………………….. 5
      4. Sadar Kaidah Bahasa Indonesia…………………………………. 6

 

BAB III PENUTUP………………………………………………………   7

  1. Kesimpulan………………………………………………………….  7

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..  8

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   LATAR BELAKANG MASALAH

 

Di era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan bahasa Indonesia  semakin lama semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh bahasa asing yang masuk di Indonesia. Selain itu, adanya bahasa-bahasa baru yang sering kita sebut dengan bahasa “GAUL”  mulai bermunculan dikalangan remaja pada umumnya. Hal ini dapat memberikan dampak yang negative terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
telah kita ketahui bahwasannya ada 3 bahasa yang sering digunakan di Indonesia, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing. Ke-3 bahasa ini memiliki peran yang sangat besar dalam kemajuan bahasa di Indonesia. Namun, banyak kita temukan penggunaan bahasa yang tidak pada tempatnya. Misalnya yang seharusnya kita menggunakan bahasa Indonesia tetapi justru  bahasa daerah yang digunakan dalam forum-forum tertentu. Oleh sebab itu kami membahas “sikap positif berbahasa Indonesia” agar pemakaian bahasa Indonesia dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
B.  RUMUSAN MASALAH

            Hal-hal yang akan kita bahas adalah:

  • Apa sajakah ragam bahasa di Indonesia?
  • Bagaimanakah kedudukan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagaimanakah cara  bersikap positif  terhadap bahasa Indonesia?

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.   POLITIK BAHASA NASIONAL

 

Politik bahasa nasional merupakan suatu kebijakan yang digunakan sebagai dasar pengelolaan segala masalah kebahasaan yang berisi perencanaan, pengarahan dan ketentuan yang telah disepakati. Salah satu kebijakan yang menjadi pedoman bangsa Indonesia hingga saat ini adalah hasil Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan pada tahun 1975 di Jakarta.
Tetapi untuk saat ini kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali sesuai dengan tuntutan perubahan dalam kehidupan Negara Indonesia dan tuntutan perubahan dunia internasional sebagai akibat kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan globalisasi yang semakin modern.

  1. B.     RAGAM  BAHASA  DI  INDONESIA

1. BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Negara Indonesia yang berasal dari bahasa melayu, yang kemudian dikembangkan sebagai bahasa nasional Negara Indonesia. Kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan dan bahasa nasional.

Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Lambang kebanggaan nasional
  • Sebagai alat pemersatu antarbudaya dan antardaerah
  • Lambang identitas nasional

Selain kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa Negara Sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945, bab XV, pasal 36 yang berbunyi “bahasa Negara ialah bahasa Indonesia”.

 

 

       2. BAHASA DAERAH

Bahasa daerah merupakan bahasa yang dipakai dalam suatu kelompok tertentu sebagai salah satu alat penghubung  antarwarga masyarakat yg berada dalam suatu daerah/suku yang sama. Bahasa daerah berfungsi sebagai:

  • Lambang identitas daerah
  • Sarana pendukung budaya daerah
  • Alat perhubungan antarwarga dalam suatu kelompok/daerah  tertentu

 

      3. BAHASA ASING

            Bahasa asing  adalah  bahasa yang digunakan di Indonesia selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah, yang  biasanya  digunakan beberapa kelompok atau etnis tertentu dari Negara lain yang tinggal di Indonesia.  Bahasa asing berfungsi sebagai:

  • Alat perhubungan antar bangsa
  • Sarana pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan nasional

 

  1. C.   KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia merupakan  bahasa yang terpenting diantara ke-3 bahasa yang telah disebutkan. Pentingnya bahasa Indonesia juga didasarkan  atas  ikrar ke-3 dari  sumpah pemuda  pada tanggal 28 oktober 1928 yang berbunyi  “kami poetra poetri Indonesia mendjoenjoeng tinggi bahasa persatoean, bahasa Indonesia”, dan pada UUD 1945 yang menyatakan bahwa  “bahasa Negara ialah bahasa Indnesia”.

Penting tidaknya suatu bahasa  dapat didasari pada patokan-patokan berikut:

  1. Jumlah penuturnya

Bila dilihat dari jumlah penuturnya, mungkin penutur bahasa Indonesia tidak sebanyak penutur bahasa jawa,sunda atau bahasa daerah lain. Namun  dapat di pastikan lambat laun jumlah penutur bahasa Indonesia akan bertambah.

factor yang mempengaruhi jumlah pertambahan penutur bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota, apalagi bila mereka menetap dikota, maka secara tidak langsung mereka akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat penghantar kehidupannya

 

  • Perkawinan antarsuku , yang selalu mendorong para orang tua untuk selalu berbahasa Indonesia. Hal ini biasanya karna adanya perbedaan antarbahasa daerah masing-masing.

 

 

  1. Luas penyebarannya

    Biasanya golongan warga Negara yang berketurunan asing tidak lagi merasa perlu untuk menggunakan bahasa daerahnya, sehingga kemungkinan besar anak-anak mereka akan  dididik dengan menggunakan bahasa Indonesia.

  2. Peranannya sebagai sumber ilmu, sastra dan lain-lain

 

Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan  betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kita. Harus dipahami bahwasannya  bukan karna mutunya sebagai  bahasa,  bukan karnabagus atau tidaknya kosakatanya, atau keluwesan dari tatanan kalimatnya, melainkan peranannya sebagai alat pemersatu dari sekian banyak bahasa yang ada di Indonesia.
 

 

  1. D.   SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA

sikap positif  berbahasa Indonesia adalah sikap berbahasa Indonesia  yang diwujudkan dengan kesetiaan berbahasa dan kebanggaan berbahasa.

  1. A.     SETIA BERBAHASA INDONESIA

Setia berbahasa indonesia adalah suatu sikap positif bebrahasa yang tetap berpegang teguh untuk memelihara, menjaga, dan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, serta berusaha membina dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global  serta mencegah adanya pengaruh asing.

Contoh:

  • Kita memasak menggunakan ricecooker
  • Kita menulis menggunakan computer
  • Kita berpergian menggunakan scooter
  • Kita tidur dengan menggunakan bedcover
  • Kita nonton pertunjukan di gedung theater

Penggunaan bahasa Indonesia yang demikian sebaiknya dihindari dengan cara mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia. Hal ini mengingat bunyi UU pasal 36  no. 24 tahun 2009  yang berbunyi “Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai nama geogrfi di Indonesia, nama bangunan atau gedung, nama jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia”.

 

  1. B.     BANGGA BERBAHASA INDONESIA

 

Bangga berbahasa Indonesia adalah bentuk  sikap positif berbahasa yang menganggap bahwa tiada cela berbahasa Indonesia,  merasa berbesar hati dan gagah dengan lebih mengutamakan bahasa Indonesia daripada bahasa lainnya, menjunjung bahasa persatuan ialah bahasa Indonesia, dan menggunakan bahasa Indonesia penuh kebangaan dan kesadaran sebagai jatidiri bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.

Contoh:

  • Welcome artinya  Selamat datang
  • Exit artinya Keluar

Penggunaan bahasa yang demikian sebaiknya dihindari dengan cara mencari padanan kata  dalam bahasa Indonesia. Hal ini mengingat UU pasal 28 no. 24 tahun 2009  yang berbunyi “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negera yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri”

 

  1. C.    FAKTA KEBAHASAAN DI INDONESIA

 

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasannya di Indonesia terdapat 3 macam bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa dearah dan bahasa asing. Bagaimanakah ketiga bahasa tersebut harus diperankan?

  • Bahasa Indonesia harus diutamakan, dimartabatkan, dijunjung tin ggi dan menjadi tuan di negeri sendiri.
  • Bahasa daerah harus dilestarikan, dijaga, dilindungi dari kepunahan dan difungsikan sebagai pilar kebudayaan social.
  • Bahasa asing dipergunakan sebagai bahasa pergaulan dunia atau percaturan internasional.
  1. D.    SADAR KAIDAH BAHASA INDONESIA

 

      Sadar kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama patuh menggunakan kaidah bahasa Indonesia untuk ragam tulis dan baku, tidak sebarangan mengguna­kan bahasa Indonesia, dan dapat mengangkat harga diri sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, seperti terukir dalam ungkapan berikut.

“Bahasa Cermin Bangsa”

“Bahasa Jatidiri Bangsa”

“Bahasa Menunjukkan Bangsa”

Contoh:

  • Selamat Dirgahayu HUT RI ke-65 tahun.

Seharusnya: Dirgahayu Republik Indonesia.

Atau: Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

  • Kita akan segera tinggal landas.

Seharusnya: Kita akan segara lepas landas.

Bukankah ada ungkapan: tinggal kelas yang artinya tidak naik ke kelas   berikutnya.

  • Ayolah kita segara mengejar ketertingalan.

Seharusnya: Ayolah kita segara mengejar kemajuan.

  • Untuk menyingkat waktu rapat segara dimulai.

Seharusnya: Untuk memanfaatkan waktu rapat segera dimulai.

  • Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Seharusnya: Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya.

Ingatlah akan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang berbunyi “Bahasa Indonesia   wajib digunakan dalam rambu umum, petunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum (Pasal 38 UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan).

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.  KESIMPULAN

Dari uraian di atas, dapat kita ketahui bahwasannya ada 3 bahasa yang di gunakan di Indonesia, diantaranya bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing. Masing-masing bahasa memiliki kedudukan yang berbeda-beda yang harus di pergunakan sebagaimana mestinya yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meskipun bahasa daerah harus tetap dilestarikan, dan bahasa asing harus tetap digunakan sebagai bentuk bahasa internasional, namun sebagai warga Negara yang baik hendaklah kita dapat menggunakan dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dengan menggunakannya sesuai kaedah-kaedah yang telah ditentukan.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s