NASIONALISME INDONESIA

NASIONALISME INDONESIA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan

                                                                                                 logo-uin-suka-baru-warna

Disusun oleh :

Nama : Paris Ahmad Fauzi

NIM : 12380094

Prodi/kelas : Komunikasi & Penyiaran Islam / A

              PROGRAM STUDI KOMUNIKASI & PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS DAKWAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2012

 

KATA PENGANTAR

Asalamualaikum……wrwb

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu. Dan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materiil hingga terselesainya makalah ini. Makalah yang berjudul Nasionalisme Indonesia ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan. Dan saya berharap semoga hasil makalah ini dapat berguna bagi siapa pun yang membacanya.

Proses penyelesaian makalah ini tak luput dari kesalahan dan ketidaksempurnaan karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, untuk itu saya selaku pencipta mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan senantiasa saya terima untuk menjadi acuan agar lebih baik lagi dilain waktu. Terima kasih atas perhatiannya semoga bermanfaat, dan selamat membaca.

Yogyakarta, 31 Oktober 2012

Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………….i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………..ii

BAB I : PENDAHULUAN……………………………………………………………………………..1

BAB II : PEMBAHASAN………………………………………………………………………………2

PEMBAHASAN PERTAMA………………………………………………………………………….2

PEMBAHASAN KEDUA………………………………………………………………………………3

PEMBAHASAN KETIGA……………………………………………………………………………..4

PEMBAHASAN KEEMPAT………………………………………………………………………….5

PENUTUP……………………………………………………………………………………………………6

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………7

ii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Nasionalisme Bangsa Indonesia tidak luput dari perjuangan leluhur-leluhur kita dimasa lampau, namun yang terjadi saat ini banyak para pemuda yang melupakan bagaimana dulu sulitnya memperebutkan kemerdekaan dari para penjajah.

Era globalisasi telah merubah segalanya dari nasionalisme menjadi konsumerisme. Untuk itu makalah ini dibuat dengan harapan bisa untuk membangun rasa nasionalisme ditengah-tengah perubahan zaman ini. Setidaknya bisa sebagai pemahaman arti penting sebuah perjuangan dan rasa nasionalisme.

  1. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini yang akan saya bahas adalah sebagai berikut :

  • Apa yang disebut dengan toleran itu bercorak ketimuran menurut Soekarno?
  • Bagaimana menyatukan pernyataan yang berbeda menjadi suatu kesatuan yang utuh?
  • Bagaimana mengelola masyarakat kecil menjadi suatu bangsa yang bersatu?
  • Bagaimana cara kita bisa membedakan ciri dari bangsa lain?
  1. Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan dari makalah yang saya buat ini adalah untuk pemenuhan tugas mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan. Selain itu saya berharap makalah ini berguna sebagai pembangun nasionalisme bagi pembacanya.

1

BAB II

PEMBAHASAN

Pertanyaan :

Apa yang disebut dengan toleransi itu bercorak ketimuran menurut Soekarno ???

Pembahasan :

Nasionalisme menurut Soekarno adalah bukan yang berwatak chauvinisme, tapi bersifat toleran, bercorak ketimuran hendaknya dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Pandangan Soekarno tentang Pancasila merupakan gagasannya untuk mewadahi beragam aliran pemikiran dan kelompok pergerakan nasional pada waktu itu dengan didasari semangat mempersatukan Indonesia yang luas dan majemuk tentu saja tidak hanya disatu pihak namun dibanyak pihak. Beliau menyatakan “toleransi itu bersifat ketimuran” dengan maksud bahwa kita adalah bangsa timur dengan ciri atau identitas diri kita adalah bangsa timur yang besar akan toleransi ditengah banyaknya bermacam-macam aliran dan pendapat ditampung dalam sebuah wadah sehingga timbul persatuan dan kesepakatan untuk membentuk semangat demokrasi.

Sumber Referensi :

Dhont, Frank, 2005. Nasinalisme Baru Intelektual Indonesia Tahun 1920-an, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

 

 

 

 

 

2

Pertanyaan :

Bagaimana menyatukan pernyataan yang berbeda menjadi suatu kesatuan yang utuh???

Pembahasan :

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama, dan pulau-pulau maka dari itu nilai-nilai yang dianut pun berbeda-beda lalu nilai-nilai tersebut harus disatu padukan oleh sebqab itu nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia. Nasionalisme berasal dari kata nation yang artinya bangsa itu menunjukkan kesatuan komunikasi sosiokultural disetiap diri masyarakat. Integrasi nasional adalah pernyataan bagian-bagian yang berbeda dari suatumasyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, atau secara sederhana memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi satu bangsa. Manusia adalah sama hanya pemikiran dan ideologinya saja yang mungkin berbeda, perbedaan merupakan sebuah kesempatan untuk memanifestasi hakikat sosial manusia dengan dialog dan komunikasi agar tercipta titik temu sehingga menjadi kesatuan yang utuh dan sepaham. Semua kebudayaan hidup berdampingan, hendaknya mengembangkan paham cara pandang yang mengakui dan menghargai keberadaan kebudayaan dan bermacam-macam pernyataan satu sama lain. Konsep masyarakat multikultural tampaknya relevan bagi penegasan kembali identitas nasional bangsa Indonesia yang inklusif dan toleran dengan tetap mengakar pada identitasnya yang majemuk sebagaimana terefleksi dalam konsep dasar negara Pancasila. Dengan demikian, masyarakat dengan berbagai pernyataan yang berbeda dapat menjadi wadah pengembangan demokrasi di Indonesia.

Sumber Referensi :

Saifudin, Achmad Fedyani, “Reposisi Pandangan Mengenai Pancasila: Dari Pluralisme ke Multikulturalisme” dalam Irfan Nasution dan Ronny Agustinus,2006, Restorasi Pancasila: Mendamaikan Politik Identitas dan Modernitas, Jakarta, Brigthen Press.

 

 

3

Pertanyaan :

Bagaimana mengelola masyarakat kecil menjadi suatu bangsa yang bersatu???

Pembahasan :          

Bersikap cerdas dan bijaksana adalah cara kita dapat bersatu dan berbaur dengan yang lain. Pancasila adalah capaian demokrasi paling penting yang dihasilkan oleh para pendiri bangsa (founding fathers) Indonesia. Pancasila tidak lain merupakan sebuah konsensus nasional bangsa Indonesia yang majemuk. Pancasila merupakan simbol persatuan dan kesatuan Indonesia di mana pertemuan nilai-nilai dan pandangan ideologi terpaut dalam satu titik pertemuan yang menjadi landasan bersama dalam kehidupan sebagai sebuah bangsa yang utuh. Dan untuk kewujudkan tujuan tersebut dalam mengelola masyarakat kecil dibutuhkan pengertian agar mereka memahami arti penting sebuah persatuan dan kesatuan, untuk itu cara mengatasinya adalah dengan mengadakan demokrasi educatin agar dari awal masyarakat memahami arti demokrasi dan semua ditampung dalam wadah hingga tercapai titik temu yang sempurna. Selanjutnya civic education juga penting untuk masyarakat ketahui sebagai lanjutan pengetahuan untuk memancing aspirasi masyarakat sehingga tujuan menjadi bangsa Indonesia yang bersatu semakin terwujud.

Sumber Referensi :

Azra, Azyumardi, 2002. “Pendidikan Demokrasi dan Demokratisasidi Dunia Muslim”, makalah Seminar Nasional II Civic Education di Perguruan Tinggi, Mataram, 22-23 April.

 

 

 

 

 

 

 

4

Pertanyaan : Bagaimana cara kita membedakan ciri dari bangsa lain???

Pembahasan :

Dalam suatu bangsa pasti mempunyai yang namanya identitasn, pemgertiam identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa banyak di kaitkan dengan sebutan “identitas nasional”. Pertanyaan kritis tentang identitas Indonesia yang berbeda dari bangsa lain adalah benarkah kita bangsa yang ramah, benarkah kita bangsa yang santun dan agamis, dan secara umum unsur-unsur yang terkandung dalam identitas nasional yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :

1 .     Pola perilaku, yaitu gambaran perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari.       Misalnya dinegara kita Indonesia memiliki berbagai adat istiadat seperti sekaten dari Yogyakarta, ngaben dari Bali, dan lain-lain ciri lain adalah perilaku masyarakat Indonesia yang ramah, sopan, dan santun.

2.      Lambang-lambang, yaitu suatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi negara. diIndonesia lambang pedoman kita adalah Pancasila, dasar hukum kita adalah UUD 1945, lambang bendera kita adalah merah putih dan lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya.

3.     Alat-alat perlengkapan, sebuah perlengkapan yang menjadi ciri khas dalam suatu upacar atau adat-adat tertentu. DiIndonesia terdapat budaya yang disebut wayang disitu masyarakat mengenakan pakaian adat yang disebut kebaya dan menyanyikan tembang-tembang jawa.

4.    Tujuan yang ingin dicapai, yaitu pandangan hidup bangsa yang bersifat tetap seperti semboyan-semboyan misalnya dan salah satu semboyan Indonesia adalah “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbeda namun tetap satu tujuan, karena perbedaan itu ada unuk disatukan. Dari uraian diatas kesimpulannya adalah yang membedakan kita dengan bangsa lain adalah identitas atau ciri khas yang melekat pada tiap daerah didalam bangsa tersebut.

Sumber Referensi :

Smith, Anthony D., 2003. Nasionalisme: Teori, Ideologi, Sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.

5

PENUTUP

Alhamdulillah hirobbilallamin saya ucapkan karena makalah ini telah berhasil saya selesaikan berkat bantuan dari semua pihak terutama atas rahmat Allah SWT yang telah memberi safa’at bagi kita semua. Harapan saya kedepan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Saya sadar makalah yang saya buat ini jauh dari kesempurnaan untuk itu mohon kemaklumannya karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca semoga bermanfaat. Amin.

Penyusun,

6

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Komarudin., 2000. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Prenada Media Group.

Setijo, Pandji., 2010. Pendidikan Pancasila. Jakarta: PT Gramedia Widiasmara Indonesia.

Bung Karno., 2001. Pancasila Sebagai Dasar Negara. Jakarta: Gunung Agung.

Smith, Anthony D., 2003. Nasionalisme: Teori, Ideologi, Sejarah. Jakarta: penerbit Erlangga.

Donth, Frank., 2005. Nasionalisme Baru Intelektual Indonesia Tahun 1920-an. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

 

 

 

 

 

 

7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s