ALIRAN SALAFIYYAH DAN WAHABIYYAH BESERTA AJARANNYA

ALIRAN SALAFIYYAH DAN WAHABIYYAH BESERTA AJARANNYA
disusun guna memenuhi tugas ilmu kalam
yang diampu oleh Bp. Gusnam Haris

            logo-uin-suka-baru-warna

Disusun oleh:
Eko Priyono                (12380095)
Epri Wahyudi              (12380079)
Khabibul Wakhit         (12380087)
Nur Mifchan Solikhin (12380071)
Yusron Wijaya            (09380094)
Jurusan Mu’amalat (c)

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI YOGYAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur marilah hanya kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kekuatan iman dan islam, memberikan kesehatan jasmani dan rohani, membuka hati kita untuk terus mencari keluasaan samudera ilmu Allah yang telah dihamparkan dimuka bumi ini, dan semoga kita termasuk orang-orang yang selamat dan diselamatkan oleh Allah SWT. Sholawat dan salam tetaplah kita curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita kepada jalan yang terang dan mengurai kerumitan hidup menjadi jalan yang amat indah berupa ajaran Agama Islam. Penulis akhirnya merasa sangat lega karena telah menyelesaikan makalah dengan judul “Aliran Salafiyyah dan Wahabiyyah beserta Ajarannya” ini sebagai salah satu tugas mata kuliah Ilmu Kalam. Dalam makalah ini telah sedikit kami sajikan tentang salafiyah dan wahabiyah. Semoga karya ini akan mampu memberi manfaat kepada semua pihak yang membutuhkan pengetahuan ini. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini. Dan penulis memahami jika makalah ini tentu jauh dari kesempurnaan maka kritik dan saran sangat kami butuhkan guna memperbaiki karya- karya kami dilain waktu.

Penyusun

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………. i
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….. iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………. 2
C. Tujuan………………………………………………………………………………………………. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.  SALAFIYYAH
1.Pengertian Salafiyyah…………………………………………………………………………… 3
2.LatarBelakangAdanyaSalafiyah……………………………………………………………. 3
3.MetodeBerfikirKaumSalaf……………………………………………………………………. 4
4. Pemikiran-pemikiran Kaum Salaf………………………………………………………….. 4
B.  WAHABIYYAH
1. Sejarah Singkat Aliran Wahabiyyah………………………………………………………. 6
2. Ajaran Wahabi………………………………………………………………………………… 7
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan………………………………………………………………………………………… 9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………… 10

BAB I

PENDAHULUAN

  1.   Latar Belakang

Ilmu kalam sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran dasar dari suatu agama. Di dalam ilmu kalam itu terdapat sub bahasan tentang perbandingan antara aliran-aliran serta ajaran-ajarannya. Dari perbandingan antar aliran ini, kita dapat mengetahui, menela’ah dan membandingkan antar paham aliran satu dengan aliran yang lain. Sehingga kita memahami maksud dari segala polemik yang ada.Dalam Agama islam kita semua mengetahu bahwa rukun iman ada enam yakni iman kepada Allah, iman kepada malaikat- malaikat Allah, iman kepada kitab- kitab Allah, iman kepada rosul- rosul Allah, iman kepada hari akhir dan iman kepada qodho’ dan qodhar Allah. Al-ilah berasal dari bahasa arab yang berarti Tuhan dalam bahasa Indonesia dan God dalam bahasa inggris. Pada dasarnya fitrah manusia telah mengakui tentang adanya Tuhan, walaupun ia sendiri telah menyatakan diri sebagai seorang atheis atau komunis.

Seorang atheis dan komunis mengatakan tidak ada Tuhan yang berarti, dibalik ucapanya itu ia mengatakan ada Tuhan tetapi dalam ketiadaanya. Ketika pecah perang dunia kedua ada suatu ungkapan yang popular bahwa didalam lubang-lubang perlindungan tidak ada penganut atheism. Ungkapan ini berarti bahwa jika manusia terjebak dalam situasi yang membahayakan jiwanya, tentu ia mengakui adanya Tuhan. Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sebagai seorang manusia sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu benar- benar ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. Namun sering kita bertanya benarkah Tuhan itu ada? Padahal kita tidak pernah sama sekali melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah sama sekali bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang- orang belaka.

Karena adanya perbedaan pendapat satu dengan yang lain, sehingga muncullah berbagai aliran-aliran yang sangat banyak. Disini kami akan sedikit mengulas tentang aliran salafiyah dan wahabiyah serta bagaimana ajaran-ajaran yang ada di dalamnya.

  1. B.     RUMUSAN MASALAH

 

Untuk memudahkan pembahasannya maka akan dibahas sub masalah sesuai

dengan latar belakang diatas yakni sebagai berikut :

  1. Bagaimana sejarah munculnya Salafiyyah ?
  2. Bagaimana paham dan ajaran-ajaran Salafiyyah ?
  3. Bagaimana sejarah munculnya Wahabiyyah ?
  4. Bagaimana ajaran-ajaran Wahabiyyah ?
  1. C.    TUJUAN

 

Makalah ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui latar belakang munculnya Salafiyyah
  2. Mengetahui paham dan ajaran-ajaran Salafiyyah
  3. Mengetahui sejarah munculnya Wahabiyyah
  4. Mengetahui ajaran-ajaran Wahabiyyah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

  1. A.    SALAFIYYAH

 

  1. Pengertian Salafiyyah

sebelum membahas tentang pengertian dari salafiyyah,terlebih dahulu Perlu kita bedakan pengertian dari Salaf, Salafi, dan Salafiyyah. Berikut penjelasan tentang ketiganya;

a)      Salaf

Kata Salaf berasal dari bahasa Arab yakni Salafa yang artinya terdahulu. Ditinjau dari segi bahasa, maka kata salaf memiliki arti yang relatif karena memiliki arti terdahulu. Makna ini senantiasa bergulir dari masa ke masa. Setiap masa merupakan salaf dari masa yang akan datang. Namun dapat disimpulkan bahwa salaf merupakan obyek pemikirannya.

b)      Salafi

Ditinjau dari segi sejarah, para ulama berbeda persepsi dalam mendefinisikan salafi. Perbedaan tersebut timbul akibat dari sisi pandang mereka yang berbeda dalam melihat siapa sebenarnya yang dimaksud salafi, atau sampai kurun waktu mana gelar salafi itu semestinya. Berangkat dari sini penamaan salafi memiliki dua makna, yakni:

1)      Manusianya

Yaitu orang yang hidup dalam masa dan kurun waktu tertentu. Ada dua pendapat tentang kurun waktu seputar penamaan salafi. Yang pertama berpendapat bahwa penamaan salafi ditujukan kepada Sahabat dan Tabi’in. Namun pendapat kedua mengatakan bahwa penamaan salafi tertuju pada Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’-Tabi’in yakni tiga abad pertama umat islam.

2)      Metodologinya

Yaitu orang yang hidup dalam kurun waktu diluar batas salaf, tetapi dari segi cara berpikir dan metodologi beragama yang digunakan maka ia adalah salafi.

Dari kedua pendapat dapat ditarik kesimpulan bahwa salafi merupakan subyek yang memiliki pemikiran salaf.

c)      Salafiyyah

Salafiyyah adalah sebuah kelompok yang mengikat diri dalam sebuah wadah yang ingin konsisten dengan kelompok terdahulu, atau sebuah pemikiran yang mengacu pada metodologi kaum salaf. Salafiyyah disini berarti organisasi atau ikatan orang-orang yang menamakan dirinya salafi.

 

 

2. Latarbelakangadanyasalafiyah

Dalam aqidah Islam, Mu’tazilah menempuh metode falsafi . dalam penggunaan metode falsafi ini, mereka di dampingi oleh Asy’ariyyah dan Maturidiyyah. Kaumsalafmenentangpenggunaanmetodeini. Merekamenginginkan agar pengkajian aqidah kembali pada prinsip-prinsip yang dipegang oleh sahabat dan tabi’in.Mereka mengambil prinsip-prinsip aqidah dan dalil-dalil yang mendasaridari Al-Quran dan sunnah.

Salafiyah muncul pada abad ke-4 hijriyah. Mereka terdiri dari ulama madzhab Hanbali yang berpendapat bahwa garis besar pemikiran mereka bermuara pada pemikiran Imam Ahmad ibn Hanbal yang menghidupkan aqidah ulama salaf yang berusaha memerangi paham lainnya. Aliran ini muncul kembali pada abad ke-7 hijriyah . aliran ini dihidupkan oleh syaikh al-Islam ibn Taimiyyah yang menyiarkan dengan gencar. Selanjutnya pada abad ke-12 hijriyah pemikiran serupa muncul kembali di jazirah Arab, dihidupkan oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab, yang pengikutnya dikenal dengan sebutan kaum wahhabi.

Perselisihan terjadi antara salafiyyah dan Asy’ariyyah, sebab salafiyyah muncul ketika Asy’ariyyah mempunyai kekuasaan yang kuat. Masing-masing menganggap bahwa mereka menyeru kepada madzhab salaf. Pada bagian ini, kami akan mengemukakan inti aqidah salafiyyah di tengah pembicaraan kami tentang pemikiran mereka yang menyebut dirinya dengan nama itu, dalam rangka membandingkan antara nama dan hakekat sebenarnya.

  1. 3.      Metodeberfikirkaumsalaf

Salaf, sebagaimana disimpulkan oleh ibn Taimiyyah, berpendapat bahwa tidak ada jalan untuk mengetahui aqidah, dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, kecuali dari Al-Quran dan sunnah yang menjelaskannya. Apa saja yang ditegaskan al-Quran dan apa saja yang diterangkan oleh sunnah harus diterima,tidak boleh ditolak guna menghindari keragu-raguan. Yaitu menempatkan akal berjalan dibelakang dalil naqli, mendukung dan menguatkannya.Akal tidak berdiri sendiri untuk dipergunakan menjadi dalil, tetapi ia mendekatkan makna-makna nash.

  1. 4.      Pemikiran-pemikiran kaum salaf
  • Pemikiran salafi dalam masalah i’tiqadiyyah

Salafi bersepakat menjadikan tiga karakteristik pemikiran yang menjadi dasar dalam berakidah, karakteristik tersebut adalah:

  1. Salafi mengutamakan wahyu dalam memahami hal-hal yang bersifat i’tiqadiyyah serta masalah-masalah samiyyat, tetapi bukan meninggalkan akal sama sekali, karena wahyu disamping sebagai dalil naqli pada saat yang sama juga merupakan dalil aqli karena informasi yang disampaikan wahyu senantiasa membutuhkan nalar dan sejalan dengan akal sehat.
  2. Ta’wil yang diperbolehkan adalah ta’wil dalam konotasi tafsir dan tidak bertentangan dengan wahyu serta tujuan utama dari syariat. Ada dua bentuk ta’wil yang ditolak oleh salafi, yaitu ta’wil filosof dan ta’wil kalami.
  3. Mengikuti cara alqur’an dalam pemaparan akidah. Karena alquran memiliki keistimewaan dalam menyampaikan alasan dan meyakinkan manusia tentang keberadaan dan keesaan Allah. Disamping itu alquran menjadi petunjuk kepada jalan kebenaran, karena alquran dalam pemaparannya terhadap sebuah persoalan menggabung antara pendekatan logika, kalbu, dan fitrah manusia, ketiga pendekatan tersebut diramu menjadi satu, sehingga menjadi standar baku untuk dimengerti seluruh manusia meskipun berbeda-beda budaya dan asal-usulnya.
  • Pemikiran salafi dalam prinsip beragama
  1. Memandang agama islam sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak hanya melihat islam dari satu sisi.
  2. Cara beragama salaf adalah kemajuan beragama dan bukan kemunduran. Karena kemajuan dalam bidang agama berbeda dengan kemajuan dalam bidang sains dan teknologi. Dimana kemajuan dalam bidang sains dan teknologi terletak pada penguasaan sains dan teknologi mutakhir dengan meninggalkan segala bentuk-bentuk tradisional yang tidak relevan dengan kehidupan modern. Sedangkan kemajuan dalam bidang agama diukur dari kemampuan pemeluk agama tersebut mengaplikasikan agamanya dalam kehidupan sehari-hari dan tidak menjauh dari tuntunan alquran dan sunnah Rasul. Dengan kata lain, kemajuan beragama adalah kembali mengaplikasikan ajaran agama islam sesuai dengan prinsip-prinsip beragama Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
  3. Salafi memiliki jati diri, karena mereka teguh dan memiliki keyakinan terhadap agamanya, bukan penjiplak terhadap budaya dan karakter bangsa lain.
  • Pemikiran salafi dalam masalah fur’iyyah

Salafi membedakan antara syar’iy munazzal dengan syar’iy mutaawwal. Sehingga ketika menyikapi persoalan kontemporer salafi memberikan peluang kebebasan berijtihad selama tidak bertentangan dengan tujuan utama dari syariat islam yaitu menciptakan keadilan serta kemaslahatan pada masyarakat serta menghindarkan umat islam dari madlarrat.

  • Salafi dalam melihat segala persoalan berprinsip la tafrita wala ifrat

Yaitu sebuah konsep memilih jalan tengah yang tidak ekstrim berlebihan dengan memilih segala persoalan yang susah sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian umat islam, begitu pula salafi tidak memudah-mudahkan persoalan agama tanpa dasar yang jelas, karena agama islam adalah agama yang sempurna.

  1. B.     WAHABIYYAH
  2. 1.      Sejarah Singkat Aliran Wahabi

Wahabi adalah sebuah aliran pemikiran yang muncul pada awal abad ke-7 H. Yang dicetuskanoleh Ahmad bin Taimiyah. Ia lahir pada tahun 661 HQ, 5 tahun setelah kejatuhan pemerintahan khilafah Abbasiyah di Baqdad. Pemikiran kontroversialnya yang ia lontarkan pertama kali padatahun 698, pada masa mudanya dalam risalahnya yang bernama (Aqidahhamwiyah), sebagai jawaban atas pertanyaan masyarakat Hamat (Suriah) dalam menafsirkan ayat (Ar-rahmanala al-Arsy istawaa) artinya: “Tuhan yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas Arsy” dimana ia mengatakan bahwa; Allah Swt bersemayam di ataskursi di langit dan bersandar padanya.

Risalah tersebut dicetak dan disebarkan di Damaskus dan sekitarnya, yang menyebabkan para ulama Ahlusunnah dengan suara bulat melakukan kritikan dan kecaman terhadap pemikirannya,akan tetapi dengan berlalunya waktu, Ibn Taimiyah dengan pemikiran kontroversialnya malah semakin berani. Dengan itulah, pada akhirnya di tahun 705 pengadilan menjatuhkan hukuman pengasingan ke Mesir. Kemudian pada tahun 712 Ia kembali lagi ke Syam. Di Syam IbnTaimiyah kembali bergerilya melakukan penyebaran paham-paham sial.Akhirnya pada tahun 721 dia dimasukkan kedalam penjara dan pada tahun 728 meninggal di dalamnya.

Adapun nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya,Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di desa Uyainah,sebuah kecil 70 km sebelah barat daya kota Riyadh Saudi Arabia tahun 1115 H / 1703 M. Ajaran ini merupakan turunan dari pemikiran Ibn Taimiyah dan IbnuQayyim al-Jauziah.Mulanya Muhammad bin Abdul Wahabhidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab bin Sulaiman adalah seorang sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Muhammad bin Abdul wahab memang dikenal orang yang haus ilmu. Ia berguru pada Syeikh Abdullah bin Ibrahim an-N ajdy, Syeikh Efendiad Daghastany, Ismail al-Ajlawy, syeikh Abdul lathief al-‘Afalaqy dan Syeikh Muhammad al-‘afalaqy. Di antaramereka yang paling lama menjadi guru adalah Muhammad hayat Sindhi danSyeikh Abdullah al-Najdy.Tidak puas dengan itu ia pergi ke syiria untuk belajar sambil berdagang. Disana ia menemukan buku-buku karya Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim yang sangat ia idolakan. Akhirnya ia semakin jauh terpengaruh terhadap dua aliran reformisitu. Tak lama kemudian ia pergi ke Basrah dan berguru pada Syeikh Muhammad al-majmuu’iyah. Di kota ini ia menghabiskan mencari ilmu selama empat tahun, sebelum akhirnya ia ditolak masyarakat karena pandangannya dirasa meresahkan dan bertentangan dengan pandangan umum yang berlaku di masyarakat setempat.
Sepulang dari Basrah pada 1736, Muhammad bin Abdul Wahab berhasil menyelesaikan sebuah karya yang kelak dijadikan rujukan utama oleh para pengikutnya, yaitu kitab al-Tauhid.

  1. 2.      Ajaran Wahabi

Menurut penuturan almaghfurlah KH.Sirojuddin Abbas tentang ajaran-ajaran wahabi antara lain adalah:

  1. Seluruh rakyat dilarang merokok, karna merokok adalah pekerjaan syeitan
  2. Dilarang melagukan adzan,padahal sebelum wahabi berkembang di mekkah diatas tujuh menara masjidil haram bilal melagukan adzan dengan nada yang indah
  3. Tidak boleh membunyikan radio
  4. Tidak boleh melagukan kosidah dan melagukan bacaan Al-Qur’an
  5. Tidak boleh membaca kitab-kitab shalawat,seperti dhala’il khairat,burdah,diba’,karena didalamnya banyak memuji Nabi Muhammad SAW.
  6. Tidak boleh mempelajari sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT,sebagaimana dalam kitab kifayatul awam dan sebagainya
  7. Kubah-kubah diatas kuburan para sahabat Nabi yang berada di ma’al (makkah) di baqi dan Uhud di madinah diruntuhkan,namaun kubah hijau yang disebut kubbatul khadra’ makam Nabi Muhammad tidak diruntuhkan, karena terlalu banyak protes dari kaum muslim dunia
  8. Kubah besar di atas tanah tempat dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan juga diruntuhkan, bahkan dijadikan tempat unta. Namun atas desakan umat islam seluruh dunia, akhirnya tempat kelahiran nabi di bangun gedung perpustakaan
  9. Perayaan maulid nabi di bulan Rabi’ul awal dilarang karena termasuk bid’ah
  10. Perayaan isra’ mi’raj dilarang keras
  11. Pergi untuk ziarah ke makam nabi dilarang, Yang dibolehkan hanya melakukan shalat di masjid Nabawi di Madinah, Berdoa menghadap makam nabi juga dilarang
  12. Ada usaha hendak memindahkan batu makam nabi Ibrahim di depan ka’bah dan telaga zamzam ke belakang kira-kira 20 mater, Bahkan sempat penggalian sudah dilakukan
  13. Amalan-amalan thariqat dilarang keras, seperti thariqat Naqsabandi, Qadiri,Shathari
  14. Membaca zikir tahlil bersama-sama sesudah shalat, dilarang
  15. Imam tidak membaca “bismillah” pada permulaan fatihah dan juga tidak membaca do’a qunut dalam sembahyang subuh, namun shalat tarawihnya 20 rakaat
  16. Dilarang ziarah kemakam atau kuburan para Wali Allah
  17. Membaca manaqib seorang yang berjasa dibidang spiritual menegakkan kebenaran akhlak dan tauhid kepada Allah. Seperti manaqib Syaikh Qadir al-Jailani, dilarang.


BAB III

PENUTUP

  1. 1.      Kesimpulan

 

Secara garis besar kedua aliran diatas yakni Salafiyyah dan Wahabiyyah memiliki keterkaitan sejarah yang sangat erat, karena Wahabiyyah dulunya merupakan bagian dari kaum salafiyyah.Perbedaan salafiyyah pada fase ‘wahabbi’ dengan salafiyyah yang dikembangkan oleh ulama-ulama sebelumnya adalah pemaksakan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti cara berpikir Muhammad Bin Abdul Wahhab,kelompok yang tidak senang dengan pemaksaan konsep tersebut lebih cenderung menamakan pemikiran Muhammad ibn Abdul Wahhab sebagai pemikiran Wahabbiyyah dan bukan salafiyyah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aderus, Andi. 2011. Karakteristik Pemikiran Salafi Di Tengah Aliran-aliran Pemikiran Keislaman. Kementerian Agama RI

Muhammad, Imam. 1996. Aliran Politik dan ‘Aqidah dalam Islam. Jakarta selatan: Logos Publishing House

Busyairi, Harist. 2010. Islam NU Pengawal Tradisi Sunni Indonesia. Surabaya: Khalista

Situs resmi Nahdlatul Ulama.”sejarah hitam wahabi”. http://www. http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,32688-lang,id-c,kolom-t,Sejarah++Hitam++Kaum+Wahabi-.phpx (diakses tanggal 7 Mei 2012)

Servetus, David.”sejarah wahabi”. http://www.akhirzaman.info/islam/saudi-dan-wahhabi/1780-sejarah-wahhabi.html (diakses tanggal 7 Mei 2012) Diambil dari rubrik Bayan, majalah bulanan Cahaya Nabawiy No. 33 Th. III Sya’ban 1426 H / September 2005

www.anasunni.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s