Makalah Bahasa Indonesia (PEMAKAIAN HURUF)

PEMAKAIAN HURUF

DALAM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok

Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen : Dra. Sri Nardiati, M. Pd

logo-uin-suka-baru-warna

oleh:

Kelompok 2

1. xxx 1238xxx/ 1

2. xxx 1238xxx / 1

3. xxx 1238xxx / 1

JURUSAN MUAMALAH

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

UNIVERSITAS UIN SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2012

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin,  segala  puji  dan  syukur  seraya  penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehinnga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PEMAKAIAN HURUF DALAM  EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN”.

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah  Bahasa  Indonesia.  Adapun  isi  dari  makalah  yaitu menjelaskan tentang pemakaian huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf diftong, gabungan huruf konsonan, pemenggalan kata, pemakaian huruf kapital dan huruf miring.

Penyusun  berterima  kasih  kepada  Ibu Dra. Sri Nardiati, M. Pd selaku  dosen  mata  kuliah  Bahasa  Indonesia  yang  telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini. Seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”. Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan penyusun sendiri. Oleh karena itu, sangatlah penyusun harapkan saran dan kritik yang positif dan membangun dari semua pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.

Yogyakarta, 17 September 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR……………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….. iii

BAB I     PENDAHULUAN

I.Latar Belakang Penulisan …………………………………………………………….1

II.Rumusan Masalah …………………………………………………………………………………………………. 1

III.Tujuan Penulisan ………………………………………………………………. 2

IV.Metode Pengumpulan Data ………………………………………………… 2

V.Sitematika Penulisan ………………………………………………………….. 3

BAB II  PEMBAHASAN

A. Penulisan Kata Dasar ………………………………………………………………… 4

B. Penulisan Kata Turunan …………………………………………………………….. 4

C. Bentuk Ulang …………………………………………………………………………… 6

D. Gabungan Kata ………………………………………………………………………… 6

E. Kata Ganti ……………………………………………………………………………….. 8

F. Kata Depan ……………………………………………………………………………… 8

G. Kata Si dan Sang ………………………………………………………………………. 9

H. Partikel…………………………………………………………………………………….. 9

I. Singkatan dan Akronim …………………………………………………………….. 10

J. Angka dan Lambang Bilangan …………………………………………………… 13

K. Penulisan Unsur Serapan……………………………………………………………. 16

BAB III  PENUTUP

1.Kesimpulan ………………………………………………………………………. 31

2.Saran………………………………………………………………………………… 32

3.DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………. 33

3BAB 1

PENDAHULUAN

1.a.A. Latar Belakang Masalah

Kemampuan berbahasa Indonesia adalah salah satu syarat yang harus

dipenuhi masyarakat Indonesia, tidak terkecuali murid sekolah dasar. Dalam

bidang  pendidikan  dan  pengajaran  di  sekolah  dasar,  bahasa  Indonesia

merupakan  mata  pelajaran  pokok.  Pelajaran  bahasa  Indonesia  diajarkan

kepada  murid  berdasarkan  kurikulum  yang  berlaku,  yang  di  dalamnya

(kurikulum pendidikan dasar) tercantum beberapa tujuan pembelajaran. Salah

satu tujuan pokoknya adalah murid mampu dan terampil berbahasa Indonesia

dengan baik dan benar setelah mengalami proses belajar mengajar di sekolah.

Keterampilan berbahasa itu tidak saja meliputi satu aspek, tetapi di dalamnya

termasuk kemampuan membaca, menulis, mendengarkan (menyimak), dan

berbicara.  Dalam  proses  pemerolehan  dan  penggunaannya,  keterampilan

berbahasa tersebut saling berkaitan.

Bahasa  tulis  mencakup  sejumlah  unsur-unsur  bahasa,  salah  satunya

adalah mengenai ejaan yang mencakup macam-macam huruf, berbagai kata,

dan aneka tanda baca.

Ada  beberapa  hal  yang  perlu  dikemukakan,  khususnya  berbagai

persoalan yang akan dibahas dalam bab ini. Hal-hal yang dimaksud adalah

pemakaian huruf, pemakaian huruf kapital dan pemakaian huruf miring pada

bahasa tulis.

1.a.B. Rumusan Masalah

Penulis  akan  membahas  tentang  penulisan  kata  dan  penulisan  unsur

serapan dengan pembatasan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pemakaian huruf pada bahasa tulis ?

2. Bagaimana pemakaian huruf kapital pada bahasa tulis ?

3. Bagaimana pemakaian huruf miring pada bahasa tulis ?

41.a.C. Tujuan Penulisan Makalah

Pada makalah ini penulis menguraikan tentang bentuk tulisan dengan

tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui bagaimana pemakaian huruf pada bahasa tulis.

2. Untuk mengetahui bagaimana pemakaian huruf kapital pada bahasa tulis.

3. Untuk mengetahui bagaimana pemakaian huruf miring pada bahasa tulis.

1.a.D. Metode Pengumpulan Data

Untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, ada

beberapa hal yang perlu dilakukan oleh penulis dalam mengumpulkan data, di

antaranya:

1. Kajian literatur berupa buku sumber, dan data dari internet.

2. Diskusi kelompok.

1.a.E. Sistematika Penulisan

Pada makalah ini, penyusun menjelaskan mengenai penulisan kata dan

penulisan  unsur  serapanyang  dimulai  dengan  bab  pendahuluan.  Bab  ini

meliputi  latar  belakang,  rumusan  masalah,  pemecahan  masalah,  tujuan

penulisan, dan sistematika penulisan.

Bab  berikutnya  yaitu  bab  dua,  penyusun  menguraikan  secara  rinci

berdasarkan  data-data  yang  penyusun  peroleh  dari  buku  dan  internet

mengenai pemakaian huruf, pemakaian huruf kapital dan pemakaian huruf

miring.

Bab ketiga,  merupakan bab  kesimpulan dan saran  dalam  makalah  ini.

Pada  bagian  ini,  penyusun  menyimpulkan  uraian  sebelumnya  dan

memberikan saranagar para pembaca khususnya para mahasiswa untuk lebih

memahami mengenai penggunaan ejaan.

5BAB II

PEMBAHASAN

VI. Pemakaian Huruf

L. Huruf Abjad

Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf

yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya.

Huruf Nama  Huruf  Nama  Huruf  Nama

A a

B b

C c

D d

E e

F f

G g

H h

I i

a

be

ce

de

e

ef

ge

ha

i

J j

K k

L l

M m

N n

O o

P p

Q q

R r

je

ka

el

em

en

o

pe

ki

er

S s

T t

U u

V v

W w

X x

Y y

Z z

es

te

u

fe

we

eks

ye

zet

M. Huruf Vokal

Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas

huruf a, e, i, o, dan u.

Huruf Vokal

Contoh Pemakaian dalam Kata

Di Awal Di Tengah Di Akhir

a

e*

i

o

u

api

enak

emas

itu

oleh

ulang

padi

petak

kena

simpan

kota

bumi

lusa

sore

tipe

murni

radio

ibu

6 * Dalam pengajaran lafal kata, dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata

menimbulkan keraguan.

Misalnya:

Anak-anak bermain di teras (téras).

Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah.

Kami menonton film seri (séri).

Pertandingan itu berakhir seri

N. Huruf Konsonan

Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas

huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z..

Huruf Konsonan

Contoh Pemakaian dalam Kata

Di Awal Di Tengah Di Akhir

b

c

d

f

g

h

j

k

l

m

n

p

q**

r

s

t

v

w

x**

bahasa

cakap

dua

fakir

guna

hari

jalan

kami

lekas

maka

nama

pasang

Quran

Raib

sampai

tali

varia

wanita

xenon

sebut

kaca

ada

kafir

tiga

saham

manja

paksa – rakyat*

alas

kami

anak

apa

Furqan

Bara

asli

mata

lava

bawa

-

adab

-

abad

maaf

balig

tuah

mikraj

sesak

bapak*

kesal

diam

daun

siap

putar

lemas

rapat

-

-

-

7y

z

yakin

zeni

payung

lazim

-

juz

* Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah.

** Huruf q dan x digunakan khusus untuk nama dan keperluan ilmu.

O. Huruf Diftong

Di  dalam  bahasa  Indonesia  terdapat  diftong  yang  dilambangkan

dengan ai, au, dan oi.

Huruf Diftong

Contoh Pemakaian dalam Kata

Di Awal Di Tengah Di Akhir

ai

au

oi

ain

aula

-

syaitan

saudara

boikot

pandai

harimau

amboi

P. Gabungan Huruf Konsonan

Di  dalam  bahasa  Indonesia  terdapat  empat  gabungan  huruf  yang

melambangkan konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy.

Gabungan Huruf

Konsonan

Contoh Pemakaian dalam Kata

Di Awal Di Tengah Di Akhir

kh

ng

ny

sy

khusus

ngilu

nyata

syarat

akhir

bangun

hanyut

isyarat

tarikh

senang

-

Arasy

Q. Pemenggalan Kata *)

4. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

a. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan

di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: ma-in, sa-at, bu-ah

8Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan

kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu.

Misalnya:

au-la

sau-da-ra

am-boi

bukan

bukan

bukan

a-u-la

sa-u-da-ra

am-b-oi

b. Jika  di  tengah  kata  ada  huruf  konsonan,  termasuk  gabungan-huruf

konsonan,  di  antara  dua  buah  huruf  vokal,  pemenggalan  dilakukan

sebelum huruf konsonan.

Misalnya:

ba-pak

la-wan

mu-ta-khir

ba-rang

de-ngan su-lit

ke-nyang

c. Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan

dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Gabungan huruf konsonan

tidak pernah diceraikan. Misalnya:

man-di

cap-lok

makh-luk

som-bong

Ap-ril

swas-ta

bang-sa

d. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan

dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan

yang kedua. Misalnya:

in-stru-men

in-fra

ben-trok

ul-tra

bang-krut

ikh-las

95. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami

perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata

dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris. Misalnya:

makan-an

mem-bantu

me-rasa-kan

pergi-lah

Catatan:

a. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.

b. Akhiran –i tidak dipenggal

c. Pada kata yang berimbuhan sisipan, pemenggalan kata dilakukan sebagai

berikut.

Misalnya:

te-lun-juk

si-nam-bung

ge-li-gi

6. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat

bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara

unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a, 1b,

1c, dan 1d di atas. Misalnya:

bio-grafi, bi-o-gra-fi

foto-grafi, fo-to-gra-fi

intro-speksi, in-tro-spek-si

kilo-gram, ki-lo-gram

kilo-meter, ki-lo-me-ter

pasca-panen, pas-ca-pa-nen

Keterangan:

Nama orang, badan hukum, dan nama diri yang lain disesuaikan dengan Ejaan

Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika ada pertimbangan khusus.

VII. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring

A. Huruf Kapital atau Huruf Besar

101. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada

awal kalimat. Misalnya:

Dia mengantuk

Apa maksudnya?

Kita harus bekerja keras.

Pekerjaan itu belum selesai

2. Huruf kapital dipakai sebegai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:

Adik bertanya,”Kapan kita pulang?”

Bapak menasihatkan,”Berhati-hatilah, Nak!”

“Kemrin engkau terlambat,”katanya.

“Besok pagi,” kata Ibu,”dia akan berangkat”.

3. Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  dalam  ungkapan  yang

berhubungan dengan nama, Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti

untuk Tuhan. Misalnya:

Allah

Yang Mahakuasa

Yang Maha Pengasih

Alkitab

Quran

Weda

Islam

Kristen

Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.

Bimbinglah hama-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

4. Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  nama  gelar  kehormatan,

keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya:

Mahaputra Yamin

Sultan Hasanuddin

Haji Agus Salim

Imam Syafii

Nabi Ibrahim

11Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,

keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Misalnya:

Dia baru saja diangkat menjadi sultan.

Tahun ini ia pergi naik haji.

5. Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  unsur  nama  jabatan  dan

pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti

nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya:

Wakil Presiden Adam Malik

Perdana Menteri Nehru

Profesor Supomo

Laksamana Muda Udara Husen Sastranegera

Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian

Gubernur Irian Jaya

Huruf  kapital  tidak  dipakai  sebagai  huruf  pertama  nama  jabatan  dan

pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat.

Misalnya:

Siapa gubernur yang baru dilantik itu?

Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.

6. Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  unsur-unsur  nama  orang.

Misalnya:

Amir Hamzah

Dewi Sartika

Wage Rudolf Supratman

Halim Perdanakusumah

Ampere

Huruf  kapital  tidak  dipakai  sebagai  huruf  pertama  nama  orang  yang

digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya:

Mesin diesel

10 volt

125 ampere

7. Huruf kapital dipakasi sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,

dan bahasa. Misalnya:

bangsa Indonesia

suku Sunda

bahasa Inggris

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan

bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya:

mengindonesiakan kata asing

keinggris-inggrisan

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari

raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya

bulan Agustus

bulan Maulid

hari Galungan

hari Jumat

hari Lebaran

hari Natal

Perang Candu

tahun Hijriah

tarikh Masehi

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang

tidak dipakai sebagai nama.

Misalnya:

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.

Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya:

Asia Tenggara

Banyuwangi

Bukit Barisan

Cirebon

Danau Toba

Dataran Tinggi Dieng

Kali Brantas

Lembah Baliem

Ngarai Sianok

Pegunungan Jaya-wijaya

Selat Lombok

Terusan Suez

13Gunung Semeru

Jalan Diponegoro

Jazirah Arab

Tanjung Harapan

Teluk Benggala

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang

tidak menjadi unsur nama diri.

Misalnya:

berlayar ke teluk

mandi di kali

menyeberangi selat

pergi ke arah tenggara

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang

digunakan sebagai nama jenis.

Misalnya:

garam inggris

gula jawa

kacang bogor

pisang ambon

10.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara,

lembaga  pemerintah  dan  ketatanegaraan,  serta  nama  dokumen  resmi

kecuali kata seperti dan. Misalnya

Republik Indonesia

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak

Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama

resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama

dokumen resmi.

Misalnya:

Menjadi sebuah republik

Beberapa badan hukum

14Kerja sama antara pemerintah dan rakyat

Menurut undang-undang yang berlaku

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang

sempurna  yang  terdapat  pada  nama  badan,  lembaga  pemerintah  dan

ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya:

Perserikatan Bangsa-Bangsa

Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

Rancangan Undang-Undang Kepegawaian

12.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua

unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan

judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang

tidak terletak pada posisi awal. Misalnya:

Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.

13.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar,

pangkat, dan sapaan. Misalnya:

Dr.

M.A.

S.H.

S.S.

Prof.

Tn.

Ny.

Sdr.

doktor

master of arts

sarjana hukum

sarjana sastra

profesor

tuan

nyonya

saudara

14.Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  kata  penunjuk  hubungan

kekerabatan seperti  bapak, ibu, saudara, kakak, adik,  dan  paman  yang

dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Misalnya:

“Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto.

Adik bertanya,”Itu apa, Bu?”

Surat Saudara sudah saya terima.

15“Silakan duduk, Dik!” kata Ucok.

Besok Paman akan datang.

Mereka pergi ke rumah Pak Camat.

Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan

kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.

Misalnya:

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

15.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

Misalnya:

Sudahkah Anda tahu?

Surat Anda telah kami terima.

B. Huruf Miring

1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah,

dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Misalnya:

majalah Bahasa dan Kesusastraan

buku Negarakertagama karangan Prapanca

surat kabar Suara Karya

2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan

huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya:

Huruf pertama kata abad ialah a.

Dia bukan menipu, tetapi ditipu.

Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.

Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.

3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau

ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

Misalnya:

Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.

16Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.

Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi ‘pandangan dunia’.

Tetapi:

Negara itu telah mengalami empat kudeta.

Catatan:

Dalam  tulisan  tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan  dicetak

miring diberi satu garis di bawahnya.

BAB III

PENUTUP

17A. Kesimpulan

Pemakaian  huruf  diantaranya  mengenai  huruf  abjad,  huruf  vokal,

huruf konsonan  huruf konsonan, huruf diftong, gabungan huruf konsonan,

pemenggalan kata,  pemakaian huruf kapital dan huruf miring.

Pemakaian huruf kapital diantaranya yaitu huruf kapital atau huruf

besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Dia

mengantuk. Huruf kapital dipakai sebegai huruf pertama petikan langsung.

Misalnya: Adik bertanya,”Kapan kita pulang?”. Huruf kapital dipakai sebagai

huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama, Tuhan dan

kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Huruf kapital dipakai sebagai

huruf  pertama  nama  gelar  kehormatan,  keturunan,  dan  keagamaan  yang

diikuti nama orang. Misalnya: Mahaputra Yamin, Sultan Hasanuddin. Huruf

kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang

diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu,

nama instansi, atau nama tempat. Misalnya:  Wakil  Presiden Adam Malik.

Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  unsur-unsur  nama  orang.

Misalnya: Amir Hamzah, Dewi Sartika.

Huruf  kapital  dipakasi  sebagai  huruf  pertama  nama  bangsa,  suku

bangsa,  dan  bahasa.  Misalnya:  bangsa  Indonesia.  Huruf  kapital  dipakai

sebagai  huruf  pertama  nama  tahun,  bulan,  hari,  hari  raya,  dan  peristiwa

sejarah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Huruf

kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga

pemerintah  dan  ketatanegaraan,  serta  nama  dokumen  resmi  kecuali  kata

seperti  dan.  Misalnya  Republik  Indonesia,  Majelis  Permusyawaratan

RakyatHuruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang

sempurna  yang  terdapat  pada  nama  badan,  lembaga  pemerintah  dan

ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa,

Yayasan  Ilmu-Ilmu  Sosial.  Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama

semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama

buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti  di, ke,

18dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Huruf kapital

dipakai  sebagai  huruf  pertama  unsur  singkatan  nama  gelar,  pangkat,  dan

sapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan

kekerabatan  seperti  bapak,  ibu,  saudara,  kakak,  adik,  dan  paman  yang

dipakai  dalam  penyapaan  dan  pengacuan.  Misalnya:  “Kapan  Bapak

berangkat?” tanya Harto. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata

ganti Anda, misalnya: Sudahkah Anda tahu?

Pemakaian  huruf  miring  diantaranya:  huruf  miring  dalam  cetakan

dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip

dalam  tulisan,  misalnya:  majalah  Bahasa  dan  Kesusastraan,  buku

Negarakertagama.  Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan

atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya:

huruf pertama kata  abad  ialah  a, Dia bukan  menipu, tetapi  ditipu. Huruf

miring  dalam  cetakan  dipakai  untuk  menuliskan  kata  nama  ilmiah  atau

ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: Nama

ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.

B. Saran

Adapun saran yang dapat penyusun sampaikan yaitu kita sebagai calon

pendidik,  harus  selalu  menggali  potensi  yang  ada  pada  diri  kita.  Cara

menggali potensi dapat dilakukan salah satunya dengan cara mempelajari

makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat untuk kita ke

depannya. Aamiin.

19DAFTAR PUSTAKA

Depdikbub.  (1987).  Pedoman  Umum  Ejaan  Bahasa  Indonesia  Yang

Disempurnakan  dan  Pedoman  Umum  Pembentukkan  Istilah..  Jakarta:

Departemen Pendidkan dan Kebudayaan.

Gie, The Liang. (2002). Terampil Mengarang. Yogyakarta: ANDI.

20

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s